Langkah-langkah dalam pelaksanaan tes urine secara kolektif

  1. Permohonan tes urine disampaikan secara tertulis kepada:
    • Deputi Pemberdayaan Masyarakat pada tingkat pusat
    • Kepala BNNP pada tingkat daerah provinsi
    • Kepala BNN Kab/Kota pada tingkat daerah Kabupaten/Kota
      *Jika pada suatu daerah Kabupaten/Kota tidak terdapat instansi vertikan BNN, permohonan dapat ditujukan kepada Kepala BNNP
  2. Surat permohonan tes urine mencantumkan jumlah peserta, waktu dan tempat pelaksanaan serta narahubung/contact person yang dapat dihubungi
  3. Narahubung pemohon selanjutnya akan dihubungi oleh tim pelaksana tes urine untuk koordinasi teknis persiapan dan pelaksanaan tes urine.
  4. Sarana prasarana yang harus disediakan pemohon
    • Rapid tes urine 7 parameter (Meth, Amp, THC, Opiad, Coc, Carisoprodol, Benzodiazepine)
    • Pot Urine
    • Absensi peserta
    • Masker
    • Sarung tangan karet
    • Plastik sampah trash bag
    • Tisu basah dan kering
    • Cairan pembersih tangan/hand sanitizer
    • Toilet
    • Ruangan yang memadai
    • Meja dan Kursi
    • Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas pemeriksa tes urine (sesuai dengan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19)
  5. Hasil pelaksanaan tes urine disampaikan secara tertulis yang berisi diantara lain:
    • Jumlah peserta yang sudah melaksanakan tes urine
    • Jumlah hasil negatif
    • Jumlah hasil positif (jika ada) dan rekomendasi berupa saran kepada pemohon untuk mengarahkan yang bersangkutan melakukan assesment di IPWL tertekat